Minggu, 19 April 2015

Tanpa putus asa

Hai blogers lama ga temu kangen menulis diblog. Saat ini lagi sibuk soalnya malam jumat dan malam senin harus ketemu mak.
Ohhh ya blogers belum tahu ya mak siapa?  Heeeeee
Mak adalah pangilan seorang ibu tua yang punya kelebihan membantu orang untuk mendapatkan anak dan bisa mengurut bayi.
Tahu tentang mak dapat informasi dari teman. Demi dan demi si kecil semua di coba dh.
Pertama si saya ga terlalu tertarik karena sudah fokus ke dr.satrio di rs.asri. tapi suami semangat sekali ingin mencoba ke tempat emak.
Dipikir-pikir apasalahnya sie di coba dulu klw berhasilkan ga perlu hidrotubasi harus jalanin operasi peniupan rahim.... oh ya kenapa saya harus hidrutubasy karena saya mengalami penyempitan hingga sperma ga masuk sepenuhnya ke dalam rahim hingga ga ada yang bisa berkembang hingga akhirnya saya di ponis PCO.

Hari pertama ketempat emak jumat sore kebenaran libur sampai di sana di tolak heeeeee karena dia tidak bisa pegang klw bukan harinya. Pulang dh dengan wajah kecewa sedikit.
Hari ke2 pas kamis malam jumat saya kesana dan suami wowwwww ternyata antri panjang seperti di mau kontrol ke dr.satrio aja heeee.
Sabar menanti sambil ngbrol dengan wanita di samping ya ampunnn mengelus dada ternyata dia sudah 10 th belum punya debay. Ya allah jangan sampai mengalaminya bisa dirasakan lelahnya dan kepengennya wanita itu sama seperti saya dan wanita2 lainnya yang mengingkan menjadi wanita yang sempurna.

Ahhhh akhirnya giliran saya dan suami yang masuk. Masih bingung heeee karena baru pertama datang kesini. Sepertinya mak tahu heeee langsung di bilang santai aja jantung ya kenceng baner bunyinya heee wkkkkk malu dh ketahuan klw.
Ya ampun saat dipegang perut sama mak2 langsung bilang ya allah ini sudah lengket sekali rahimnya hmmmm sambil senyum2 hampir sama diagnosa ya sama dr.satrio sempit.
Makin nyaman dan santai di jadinya di pegang emak karena emak orang yang tepat juga.

Woowww teriak allahuakbar habis dh tangan misua saya remes menahan sakit yang luar biasa. Setelah saya suami saya juga pegang dan di obati heee sama juga misua menahan kesakitan karena cowok aja sedikit jaim menahan ga teriak seperti cewek.

Hari pertama selesai di lanjut malam senin lagi.

Pulang dari emak nyerihnya seperti hbz operasi ga bisa jalan terlalu cepat.
Dikantor aja jalan ampe pelan2 pegang di dinding efek nyerinya.

Tapi demi dan demi si kecil sakit rasa ya tidak masalah dan pantangan makan pun diikuti.

Sdh hampir 1 bulan rutin ke mak sampai akhirnya waktu di kunci sama mak..sakit ya luar biasa dr biasanya dan ngilunya. Ya allah lancarkan dan permudahkan usaha hamba ��